Monday, November 17, 2008

Meet Her Twin

Hari Minggu kemarin, Aya (my 2 years old beloved daughter) datang ke pesta ultah sepupunya. Tentu saja kami, bapa dan ibunya ikut menemani Aya. Dengan gaun katun coklat bunga-bunga dan sepatu perempuannya (kebanyakan sepatu Aya adalah sepatu model cowo). Kami datang agak terlambat karena pesta sudah lama dimulai karena ada keperluan lain dulu.

Begitu kami datang, loh ko Uti (sepupu Aya juga yang umurnya lebih tua 4 bulan) memakai baju yang persis sama model dan warnanya. Ooops!!! Wah ko bisa ya? Awalnya sih agak tengsin juga tapi mau gimana lagi, ga ada alasan ko untuk tiba-tiba ganti baju Aya. Ya sudah lah, saya pikir toh anak kecil ini.

Jadi lah, ketika bersalaman dengan tamu-tamu, semua berkomentar "Wah baju Aya sama ya sama baju Uti". Dan saya hanya tersenyum saja, begitu juga mamanya Uti. Tapi ada satu hal yang mereka tidak tahu lho. Mau tau apa? Hmm baju Aya dan baju Uti memang sama persis mulai dari merk, warna dan model. Tapi harga baju Aya jaauuuuh lebih murah, yaaaa 3x harga baju Uti lah.

Loh ko bisa? Ya, kebetulan mama Uti cerita sebelumnya kalo baju Uti itu dibeli di salah satu FO terkenal di daerah Dago Bandung. Sementara saya? Saya beli baju Aya (baju kembarannya Uti itu) di "agen"nya langsung. Ya saat itu saya membeli baju Aya sekalian belanja untuk memenuhi pesanan baju anak dari luar kota. Ya boleh dibilang sekali menyelam, dua tiga pulau terlampaui
heheee.

Friday, November 14, 2008

Antara Aya, Badut, dan Aming

Athaya Sabrina Subarsa. Itu adalah nama anak perempuan saya. Panggilannya Aya. Sekarang dia berusia 2 tahun. Setiap harinya, selalu ada saja hal lucu yang dibuatnya, selain tentu saja hal yang menjengkelkan juga hehee. Sudah beberapa bulan ini, Aya senang sekali menyebut kata "badut". Semua orang dia panggil badut. Pernah suatu hari adik ipar saya berkunjung ke rumah bersama pacarnya. Setelah ngobrol sana sini, akhirnya mereka pamitan. Lalu ketika mereka melambaikan tangan kepada Aya, dengan lantang dia berkata, "Dadah Baduuuut". Waduh, kontan saja kami semua terbahak-bahak mendengar ucapannya. Ada juga kebiasaan dia bercerita kepada dengan ucapan awal, "Bu, tadi ada Badut disana", atau ucapan lainnya "Bu, nenek kaya Badut ya". Entah darimana datangnya ilham tentang badut itu.

Namun akhir-akhir ini, kata Badut sedikit tergantikan oleh kata "Aming". Beberapa hari yang lalu, sepupu Aya, Ale yang usianya lebih muda 1 bulan tengah bermain bersama di teras. Lalu Aya tiba-tiba berkata, "Ale kaya Aming ya". "Wah, ada kata baru lagi, nih", pikir saya. Dengan muka cemberut Ale menjawab bak seorang dewasa, "Ih amit-amit", katanya sambil mencubit lengan Aya. Untungnya Aya saat itu tidak cengeng, jadi dia cuek saja setelah mendapat cubitan itu. Melihat kejadian itu, saya tertawa geli. Anak kecil ko ngobrolnya soal Aming.

Setelah kejadian itu, Aya mulai menempelkan kata Aming hampir dalam setiap ucapannya, seperti: "Bu, Bapa kaya Aming" atau "Bu, tadi Aming nakal". Entah sampai kapan Aya akan bertahan dengan kata Aming ini. Atau mungkin ada kata lain, yang membuat Aming akan tergeser, seperti nasib "Badut" itu heheee. Well, kita lihat saja nanti.

Thursday, November 13, 2008

Sariawan

Sejak beberapa hari lalu, sariawan mulai hinggap di mulut saya. Rasanya benar-benar wuenak heheee. Benar-benar ganggu karena kebetulan letaknya persis di ujung bibir. Jadi, setiap saya menguyah makanan, ujung sariawan selalu tergigit. Yaa bertambah parahlah sariawan ini.

Awalnya terjadi sariawan pada saya, selalu akibat mulut saya tergigit ketika sedang mengunyajh makanan. Larutan penyegar sudah saya minum, berbotolo-botol, lalu obat kumur juga saya coba. Tapi si sariawan ini tetap manis bertengger di mulut saya.

Herannya di keluarga saya ini, memang ada beberapa orang yang begitu mudah terkena sariawan. Bapak, sepupu, ibu mertua adalah orang-orang yang mudah terkena sariawan. Padahal mereka ini, termasuk saya, adalah orang-orang yang lumayan teratur mengkonsumsi sayur dan buah. Apalagi bapak dan saya setiap hari minum jus buah dan sayur selain makan sayur.

Yang lebih aneh lagi, orang-orang seperti suami, adik, adik ipar dan ibu adalah orang-orang yang jarang sekali terkena sariawan. Super aneh lagi, mereka jarang mengkonsumsi buah dan
sayur. Jadi apakah sariawan ini penyakit aneh? Hehee saya tidak tahu tapi yang pasti sariawan menggangu aktivitas makan saya.

Wednesday, November 5, 2008

Choc-O-Late Part 1

I love chocolate very much!!! Ga tau kenapa, sesuatu yang berbau coklat selalu membuat saya tertarik. My favorite real chocolate is dark chocolate. Waaah top banget deh. Saya suka juga sih milk chocolate & white chocolate tapi ga segila sama dark chocolate. Dari mulai yang murah banget sampe yang mahal, saya selalu suka dark chocolate. Saya ini termasuk orang yang rada-rada pemalas hehee.. Tapi kalo soal coklat, semua rasa malas langsung menguap seketika. Saya jadi langsung semangat!!
Oya, ibu saya kan jago bikin kue. Beliau selalu meminta saya untuk belajar membuat kue, supaya jadi seperti beliau. Tapi karena memang saya tidak pernah tertarik, yaa saya tak pernah mau membuat kue. Nah kalo soal coklat, lain lagi. Ada semangat yang begitu besar ketika saya sengaja kursus membuat coklat. Dari yang nol besar sampe kemudian berani memodifikasi resep sesuai selera. Yaa alhamdulillah, saya pernah menerima pesanan membuat coklat untuk
wedding gift. Waaaah senangnya!!
Lalu suatu hari, ada perusahaan penerbit yang menawari saya untuk membuat sebuah buku tentang entrepreneurship. Saat itu, yang ada di kepala pertama kali adalah membuat buku tentang coklat. Ya walaupun buku itu belum terbit2 juga, minimal saya sudah meluapkan kegilaan saya pada coklat. That is part one of my chocolate stories.