Athaya Sabrina Subarsa. Itu adalah nama anak perempuan saya. Panggilannya Aya. Sekarang dia berusia 2 tahun. Setiap harinya, selalu ada saja hal lucu yang dibuatnya, selain tentu saja hal yang menjengkelkan juga hehee. Sudah beberapa bulan ini, Aya senang sekali menyebut kata "badut". Semua orang dia panggil badut. Pernah suatu hari adik ipar saya berkunjung ke rumah bersama pacarnya. Setelah ngobrol sana sini, akhirnya mereka pamitan. Lalu ketika mereka melambaikan tangan kepada Aya, dengan lantang dia berkata, "Dadah Baduuuut". Waduh, kontan saja kami semua terbahak-bahak mendengar ucapannya. Ada juga kebiasaan dia bercerita kepada dengan ucapan awal, "Bu, tadi ada Badut disana", atau ucapan lainnya "Bu, nenek kaya Badut ya". Entah darimana datangnya ilham tentang badut itu.
Namun akhir-akhir ini, kata Badut sedikit tergantikan oleh kata "Aming". Beberapa hari yang lalu, sepupu Aya, Ale yang usianya lebih muda 1 bulan tengah bermain bersama di teras. Lalu Aya tiba-tiba berkata, "Ale kaya Aming ya". "Wah, ada kata baru lagi, nih", pikir saya. Dengan muka cemberut Ale menjawab bak seorang dewasa, "Ih amit-amit", katanya sambil mencubit lengan Aya. Untungnya Aya saat itu tidak cengeng, jadi dia cuek saja setelah mendapat cubitan itu. Melihat kejadian itu, saya tertawa geli. Anak kecil ko ngobrolnya soal Aming.
Setelah kejadian itu, Aya mulai menempelkan kata Aming hampir dalam setiap ucapannya, seperti: "Bu, Bapa kaya Aming" atau "Bu, tadi Aming nakal". Entah sampai kapan Aya akan bertahan dengan kata Aming ini. Atau mungkin ada kata lain, yang membuat Aming akan tergeser, seperti nasib "Badut" itu heheee. Well, kita lihat saja nanti.

No comments:
Post a Comment